Senin, 17 Maret 2014

CAIRKAN DANA BINTEK

TERNYATA, BINTEK DPRD JUGA ADA JOKINYA.

JAMBI – Joki rupanya tidak hanya ada pada proses penerimaan CPNS dan seleksi perguruan tinggi. Isu joki juga ada dalam kegiatan perjalanan dinas dewan.

Kabar ini merebak saat DPRD Kota Jambi menggelar Bimbingan Teksnis (Bintek) di Bandung, serta studi banding ke Solo belum lama ini. Informasi yang diperoleh, isu joki tersebut bahkan dilakukan oleh unsur pimpinan dewan, dimana joki tersebut merupakan staf di DPRD Kota Jambi sendiri.

Sumber di kalangan DPRD Kota Jambi menyebutkan, ketika dilaksanakan Bintek di Bandung dari tanggal 5 hingga 7 Maret, ada anggota dewan yang namanya tercantum namun dia tidak ada. “Yang ada orang dekatnya yang merupakan kerabatnya, padahal kalau Bintek nggak ada urusan sama staf,” ungkap sumber tersebut.

Sementara itu sumber lain menyebut, ada juga dewan yang tidak ikut ketika dilaksanakan studi banding ke Solo yang digelar dari tanggal 10 sampai 12 Maret. Menurut sumber, sang joki yang mewakili unsur pimpinan dewan itu duduk persis di kursi seharusnya anggota dewan tersebut duduk.

“Iya, dianya (anggota dewan, red) tidak ada disitu. Yang duduk stafnya,” ungkap sumber.

Sementara itu Rani, Kepala Bagian Humas Setwan DPRD Kota Jambi, ketika dikonfirmasi langsung membantah isu miring itu. Dikatakannya, ketika studi banding di Solo semua anggota dewan ikut. “Sepertinya berangkat semuanya, saat di Solo,” ujar Rani.

MAFIA PERIZINAN

SEKELOMPOK MASSA SWIPING KANTOR DPRD KOTA JAMBI
 
JAMBI - Sekelompok massa senin pagi mendatangi kantor DPRD Kota Jambi, kedatangan mereka untuk menggelar aksi demo terkait penyelesaian masalah perizinan di Kota Jambi.

Kesal tidak ditemui anggota wakil rakyat, pendemo menyisir semua ruangan fraksi dan komisi, untuk mencari anggota DPRD Kota Jambi. Bahkan ruang kerja Ketua DPRD Kota Jambi juga sempat didatangi pendemo. Namun tidak satupun anggota dewan yang mereka temui.

"Kami ingin mencari Ketua DPRD Zainal Abidin," kata Jamhuri, koordinator pendemo.

Dalam aksinya, pendemo menyebut sejumlah anggota dewan terlibat dalam mafia perizinan di Kota Jambi. Bahkan ada dugaan anggota dewan yang justru melindungi pengusaha yang tidak memiliki izin meski usaha sudah berjalan. Dugaan tersebut diperkuat dengan gagalnya pembentukan panitia khusus (pansus) perizinan bermasalah di DPRD Kota Jambi.

Setelah puas menggelar aksi di kantor DPRD Kota Jambi, para pendemo akhirnya melanjutkan demo ke kantor Walikota Jambi.

Sabtu, 15 Maret 2014

Sopir Ngantuk, Truk Batubara Seruduk Rumah


Jambi - Akibat sopir ngantuk, Sebuah truk pengangkut batubara, sabtu (15/3)  sekitar pukul 7.30 menabrak rumah Santi (33) warga rt.28 Kelurahan Lingkar selatan, Kota Jambi. Akibat kecelakaan ini rumah mengalami rusak parah bagian teras. Tidak ada korban jiwa, namun pemilik rumah nyaris menjadi korban karena pada saat kejadian sedang berada di depan rumah membersihan halaman, dan kini mengalami syok.

Menurut pengakuan Sopir truk Bambang (27), mobil yg dibawanya mengalami oleng setelah ban bagian depan sebelah kiri bocor, namun bambang juga mengaku bahwa dirinya sedang mengantuk. Sehingga laju mobil tak dapat di kendalikan. " Ban depan mobil aku pecah pak, aku jugo agak ngantuk. "Ujarnya sambil memagangi kakinya yang terasa sakit".

Sementara itu, nining saksi mata mengatakan, dirinya melihat langsung kejadian, pada saat itu korban bernama santi sedang menyiram tanaman, melihat mobil korban langsung menghindar. Akibatnya korban mengalami syok berat. Suaronyo kencang nian bang, untung lah santi masih di lindungi Tuhan. Ujar nining.

Beberapa hari sebelumnya, warga menolah aktifitas truk batubara, pasalnya berdasarkan perda nomor 13 tahun 2013 tentang angkutan batubara, semua perusahaan batubara di Provinsi Jambi dilarang melintas di jalan umum. Namun aturan tersebut belum di indahkan pengusaha (Red).

Jumat, 14 Maret 2014

Di duga Tutupi Mafia Izin, Dewan Gelar Rapat Tertutup

JAMBI -- Setelah beberapa waktu lalu Komisi A DPRD Kota Jambi melakukan rapat tertutup soal perizinan. Sekarang, kejadian itu terulang lagi.
Kalau sebelumnya komisi A meminta secara baik-baik kepada wartawan untuk tidak mengikuti langsung rapat itu dengan menduduki anggota security didepan pintu ruangan, namun sekarang komisi A meminta dengan tidak hormat sejumlah wartawan dan LSM untuk tidak masuk kedalam ruangan itu.

"Rapat kita tertutup. Kita hanya mengundang pihak pemkot saja. Untuk wartawan nanti ada ekspos khusus terkait rapat ini," kata Ketua Komisi A DPRD Kota Jambi, Kemas Alfarizi dihadapan forum dengan menggunakan pengeras suara, Jumat (14/3).
Sontak, pernyataan tersebut membuat perwakilan LSM dan wartawan bertanya kepada Kemas bahwa seberapa besar tingkat kerahasiaan sehingga melakukan rapat terbuka.

Rapat itu dilakukan di Ruang B DPRD Kota Jambi. Dan rapat tersebut membahas soal perizinan yang ada di Kota Jambi.

Menurut salah satu wartawan, biasanya, rapat anggota DPRD Kota Jambi memang ada yang tertutup, namun itu memang membahas tentang hal yang riskan untuk diketahui publik. Namun untuk rapat kali ini, rasanya tidak terlalu riskan untuk publik, sehingga rapat ini bisa dilakukan secara terbuka.


Sementara itu menanggapi sikap ketua komisi A tersebut, ketua komisi B Junedi singarimbun mengatakan, sebenarnya rapat dewan tidak harus tertutup, apalagi menyangkut masyarakat. Jika rapat tertutup bagaimana masyarakat akan mengetahui informasi.." ujar Junedi. Ditambahkan Junedi, rapat tertutup ini bisa saja menimbulkan kesan negatif, dan muncul berbagai dugaan, diantaranya ada permainan perizinan antara dewan dengan pemerintah, dewan sebagai wakil rakyat seharusnya transparan, jangan ada yang ditutup-tutupi dari masyarakat.

Anggota komisi A Hamid jufri juga mengaku tidak mengetahui, mengapa ketua komisi tiba-tiba menyatakan rapat di tutup. menurutnya itu tidak perlu ditutup karena tidak membahas hal yang terlalu urgen. Sebenarnya tidak tertutup, tapi saya tidak tahu, itu wewenang ketua, ujar hamid.
(adm)

Kamis, 13 Maret 2014

PEJABAT AROGAN

 KABAG UMUM KOTA JAMBI LINTANGKAN MOBIL DI JALAN UMUM

 
JAMBI - Belum lama menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Kota Jambi, Norman Yahya sudah menunjukkan sikap arogannya.
Sikap arogan ini ditunjukan Norman dengan melakukan aksi penghadangan terhadap pengguna jalan dengan cara melintangkan mobil dinasnya BH 1922 A7, di ruas jalan dalam area perkantoran Walikota Jambi.

Kontan saja, tindakan Norman tersebut menyebabkan kemacetan pada jalan keluar dari kompleks kantor Walikota Jambi, tepatnya di depan kantor Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Jambi.

Sejumlah kendaraan yang hendak keluar terpaksa menunggu pertengkaran yang sedang terjadi antara seorang pengendara bernama Nur, dengan Norman. Bahkan mobil dinas Sekda Kota Jambi juga turut terperangkap macet.

Dikatakan Nur, dirinya setiap hari melintas di jalan tersebut dan baru kali ini dirinya dinyatakan salah oleh Norman. "Yang tidak mengenakkan itu caranya. Dia menegakkan aturan secara arogan sambil melintangkan mobil, bahkan saya dipepet pakai mobil dinasnya," kata Nur emosi.

Nur menambahkan, ia sudah meminta Norman menepikan kendaraan dinasnya supaya kendaraan lain bisa lewat dan bicara baik-baik.
Namun Norman tidak mengindahkannya, bahkan Norman menelpon Satpol PP. "Seharusnya penegakkan aturan tidak seperti ini. Aturan itu tersistem dan terlembaga serta didukung oleh perangkat yang berwenang. Sementara, tidak ada rambu-rambu dan petunjuk arah, tidak pernah ada sosialisasi," katanya.

Sementara itu Norman, mengatakan dirinya merasa perlu menegakkan aturan yang tidak berjalan. Menurutnya jalan tersebut merupakan jalur satu arah.

Sikap arogansi yang ditunjukan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Kota Jambi, Norman Yahya,  disesali banyak pihak. Salah satunya adalah Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Jambi, Jefri Bintara Pardede. Seharusnya, kata Jefri, dalam melayani masyarakat dengan cara senyum, sopan, dan sapa.

Dikatakan Jefri, sebagai pengayom masyarakat Normal Yahya tidak perlu menunjukan sikap arogansinya. "Jangan arogan, kalau sudah seperti itu pejabat pemerintah bagaimana mau melayani masyarakat," ungkap Jefri.

Ungkapan senada juga disampaikan anggota fraksi PKS DPRD Kota Jambi, Zayadi. Dikatakannya, tidak ada alasan bagi seorang pejabat untuk bersikap arogan.

"Sekalipun dalam penegak aturan, tidak boleh menunjukan sikap arogan," kata Zayadi.

Apalagi, kata Zayadi, ruas jalan yang menyebabkan ketegangan antara Norman Yahya dengan seorang pengendara tidak ada rambu-rambu. "Saya juga tidak melihat ada rambu disitu. Kalaupun ada rambu, dia juga tidak boleh bersifat arogan seperti itu," sesalnya.

Senin, 10 Maret 2014

WARGA BLOKIR JALAN


LALULINTAS JALAN LINGKAR JAMBI MACET TOTAL


JAMBI- Akibat penutupan ruas jalan Lingkar Selatan, yang merupakan jalan penghubung ke Pelabuhan Talang Duku, puluhan truk dan kendaraan berat memilih menggunakan ruas jalan kota, tepatnya ruas jalan di area perkantoran Kota Baru untuk menuju ke Pelabuhan Talang Duku.
Berdasarkan pantauan dilapangan puluhan truk sawit bermuatan penuh melintas di ruas jalan tersebut. Padahal ruas jalan Kotabaru merupakan jalan larangan untuk kendaraan dengan tonase berat.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemblokiran dilakukan warga di kawasan Kebun Bohok, Kecamatan Jambi Selatan. Pemblokiran dilakukan karena warga kesal jalan mereka rusak akibat sering dilewati kendaraan bertonase besar.

Sementara itu akibat penutupan ruas jalan Lingkar Selatan, yang merupakan jalan penghubung ke Pelabuhan Talang Duku, puluhan truk dan kendaraan berat memilih menggunakan ruas jalan kota, tepatnya ruas jalan di area perkantoran Kota Baru untuk menuju ke Pelabuhan Talang Duku.

Berdasarkan pantauan, puluhan truk sawit dan truk berukuran besar lainnya, bermuatan penuh melintas di ruas jalan tersebut. Padahal ruas jalan Kotabaru merupakan jalan larangan untuk kendaraan dengan tonase berat.